Jumat, 20 Oktober 2017
Berhenti Sejenak
Waktu tidak mengenal siaran tunda, waktu tidak mengenal siaran ulang. Waktu akan terus bejalan tanpa peduli dengan keadaan kita. Kita tidak bisa memberhentikan waktu, namun kita bisa memberhentikan sejenak diri kita. Berhenti untuk merefleksikan diri di masa lalu. Berhenti untuk bermuhasabah diri. Sejauh mana kedekatan dengan sang pencipta, sejauh mana keridhoan Allah pencipta alam semesta dan diri ini. Berhenti untuk melihat seberapa besar kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan.
Mari renungkan perjalanan kehidupan yang telah dilalui hingga detik ini. Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah tapak demi tapak langkah yang dilalui hingga saat ini adalah langkah yang benar? Apakah kita berada pada jalur yg benar? Kita Mungkin sama-sama tau bahwa setiap manusia diberi satu kesempatan untuk hidup di dunia ini, bukan dua atau tiga kesempatan. Untuk itu, kita harus menggunakan satu kesempatan itu dgn sebaik-baiknya. Kenapa? Jika satu-satunya kesempatan yang telah diberikan tetapi tidak mampu menggunakannya dengan baik maka kita akan mendapatkan penyesalan abadi. Jika ruh sudah tidak bersatu dalam raga, maka sampai disitulah batas waktunya. Sekali lagi, waktu tidak akan berbaik hati sedikitpun untuk memberikan satu lagi kesempatan bagi kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
“PERAWANKU DIRENGGUT PACARKU” Ketika kita menyimak orang yang menjalin hubungan atau yang biasa disebut pacaran, mungkin tidak asing la...
-
Para pembaca yang InsyaAllah dirahmati Allah SWT. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dalam Agama Islam, segala macam hukum diambil d...
-
“RISAL ANAK AREN” Disaat matahari mulai bersembunyi dibalik gunung lompo ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar